Jokowi Memberi “Perhatian Khusus” 3 Proyek Di Jawa Tengah dan Jawa Timur

Jokowi
Presiden Jokowi berjanji untuk membantu pemerintah provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk mengerjakan tiga proyek yang dianggap paling penting bagi setiap provinsi.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap berkontribusi secara konkret untuk pembangunan berbagai proyek di Jawa Tengah (Jawa Timur) dan Jawa Timur (Jawa Timur). Namun, ia meminta setiap provinsi untuk menyerahkan hanya tiga proyek, terutama di sektor industri, yang dapat meningkatkan investasi dan ekspor, serta pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Menteri PPN / Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro setelah pertemuan terbatas di Istana Presiden di Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/7). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir pada pertemuan tersebut.

“Presiden telah meminta para gubernur untuk fokus pada pengembangan daerah masing-masing. Yang kemudian dapat mendorong investasi di Indonesia, terutama untuk provinsi itu sendiri, sehingga ekspor lebih termotivasi,” kata Bambang.

Dia menyebutkan tiga proyek yang diusulkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah. Yaitu zona industri Brebes, zona industri Kendal dan kawasan wisata candi Borobudur di Magelang. Pemerintah provinsi Jawa Tengah juga telah mengirimkan sejumlah informasi yang memerlukan bantuan pemerintah pusat.

Lihat juga: Mei 2019, Investasi Baru Di Sektor Listrik Mencapai 39% Dari Target

“Terutama dalam pengembangan wilayah Brebes. Kemudian dengan mempercepat infrastruktur konektivitas di Borobudur. Dengan memperkuat atau meningkatkan kapasitas pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, untuk mendukung zona industri Kendal”. Dan dia menyatakan.

Sementara itu, tiga proyek yang diusulkan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur meliputi penyelesaian kilang minyak di Tuban, pengembangan kawasan wisata Bromo, Tengger, Taman Nasional Semeru (TNBTS) dan pengembangan. Wilayah Metropolitan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoar dan Lamongan (Gerbangkertosusila).

“Gubernur Jawa Timur mengharapkan konektivitas yang baik di wilayah ini, terutama transportasi umum.” Menteri Perhubungan telah mengumumkan kemungkinan mengembangkan angkutan umum berbasis kereta di kota Surabaya dan kota-kotanya. sekitar, “katanya.

Mantan menteri keuangan meminta anggaran untuk membantu tiga proyek, masing-masing di Jawa Tengah dan yang lainnya di Jawa Timur, yang tidak semuanya berasal dari anggaran nasional. Menurutnya, pengembangan kemudian dapat dicapai melalui sistem kerja sama antara perusahaan publik dan sektor swasta.

“Misalnya, untuk perluasan pelabuhan Tanjung Mas, Pelindo dan sektor swasta akan diusulkan. BUMN dengan sektor swasta, sehingga tidak ada hubungan bisnis dengan APBN”, katanya. kata.

Lihat juga: China Membuka Investasi Asing untuk 8 Sektor Mulai 30 Juli

Ketika bertemu secara terpisah setelah pertemuan itu, Bpk. Khofifah menyatakan bahwa salah satu proyek yang telah ia sampaikan kepada Jokowi adalah pengembangan kawasan wisata TNBTS. Dia ingin meningkatkan akses jalan sehingga wisatawan yang berkunjung ke daerah itu bertambah setiap tahun.

“Kami berharap misalnya ada kereta gantung dan bahwa opsi tambahan telah disiapkan untuk memfasilitasi akses wisatawan ke Bromo dan Tengger pada saat yang sama. Tampaknya ini akan menjadi tujuan wisata yang menarik untuk pariwisata di Jawa Timur. “jelasnya.

Pada saat yang sama, Ganjar mengatakan pengusaha masih mengeluh tentang lisensi ketika mereka ingin berinvestasi di wilayah mereka. Akibatnya, Ganjar juga mengklaim telah meminta perubahan peraturan dan birokrasi untuk memfasilitasi perizinan bagi kontraktor.

“Bahkan dalam beberapa izin, baik itu pariwisata, wilayah Borobudur secara keseluruhan, termasuk Yogyakarta, kami telah meminta penyesuaian sejumlah Perpres, misalnya presiden strategi pembangunan yang melibatkan dua provinsi, maka peraturan presiden tentang wilayah Jawa Pantura, “jelasnya.

Lihat juga: Jokowi ingin Tank Membawa Manfaat Ekonomi, Bukan Hanya Air

Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah dua dari enam provinsi yang telah menerima “perhatian khusus” dari pemerintah pusat. Selain Jawa Tengah, ada Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Papua.

Menteri EPPR, Basuki Hadimuljono, sebelumnya menyatakan bahwa Jokowi ingin, Jawa Tengah dan pusat kota, untuk fokus pada pembangunan yang kondusif untuk investasi. Salah satunya adalah membangun outlet tol baru di Magetan dan Ngawi, yang akan memiliki kawasan industri baru.

Pembangunan jalan tol, seperti jalan tol Semarang-Demak, juga bertujuan untuk mendukung pengembangan zona industri. Pembangunan Jalan Pelabuhan Kendal juga menjadi perhatian karena Taman Industri Kendal sudah ada.

“Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah contoh yang akan dikembangkan dengan fokus pada investasi dalam ekspor,” katanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *