China Akan Segera Menerbitkan “Daftar Hitam” -nya Sebagai Tanggapan Terhadap Amerika Serikat

Daftar Hitam
Ilustrasi perang dagang AS-China. (Reuters)

Jakarta, Posmetro Indonesia – Kementerian Perdagangan China akan menerbitkan daftar hitam perusahaan-perusahaan AS yang menghadapi perang dagang yang tidak akan mengganggu iklim bisnis global.

Hal ini dikemukakan oleh juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng.

“Tujuannya adalah untuk mempertahankan pasar kompetitif yang adil,” kata Feng seperti dikutip AFP, Kamis (6/6).

Menurutnya, daftar hitam yang sedang dikembangkan yang akan diumumkan Jumat (7 Juni) tidak akan mengarah pada beberapa perusahaan. Karena departemen tidak menargetkan sektor atau bisnis tertentu.

Lihat juga: Sri Mulyani ingin kembali ke akar dalam perekonomian daerah

Bahkan, dia mengatakan bahwa perusahaan yang umumnya mengikuti aturan pasar internasional tidak perlu khawatir tentang rencana daftar hitam ini. Meski demikian, kepastian daftar hitam masih disusun.

“Daftar ini adalah sistem normatif yang dirancang untuk menanggapi praktik yang mendistorsi pasar untuk tujuan non-komersial,” katanya.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa ketegangan dalam hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat akan bertahan jika Paman Sam terus meningkatkan gesekan perdagangan antara kedua negara.

“Jika Amerika Serikat terus meningkatkan gesekan perdagangan. China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan secara tegas membela kepentingan bangsa dan rakyat kita,” kata menteri.

Analis memperkirakan perusahaan yang masuk daftar hitam adalah mereka yang usahanya berhubungan langsung dengan Huawei. Huawei adalah perusahaan teknologi China raksasa yang telah dituduh oleh Amerika Serikat karena alasan keamanan.

Lihat juga: Menperin Sebut Manufaktur RI Kian Menggeliat

Para ahli hukum Tiongkok percaya bahwa tujuan daftar hitam Amerika Serikat sebenarnya tidak jauh berbeda dari apa yang telah dilakukan Amerika Serikat terhadap Tiongkok. Yaitu, bertujuan untuk melarang perusahaan-perusahaan AS untuk menjual dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar.

Ketegangan antara hubungan perdagangan AS-Cina meletus lagi ketika Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan bea masuk sebesar 25 persen untuk barang-barang Cina $ 200 miliar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *