Kategori: Ekonomi

OJK Blokir 803 ‘Tukang Kredit’ Digital Ilegal Setahun Ini

Tukang Kredit
Barang bukti berupa ponsel, laptop dan hardisk diperlihatkan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Jakarta, Selasa (8/1). Barang bukti tersebut hasil dari pengungkapan kasus fintech ilegal.

Jakarta, Posmetro Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah memblokir 803 aplikasi perusahaan teknologi finansial (fintech) di sektor layanan meminjam uang berbasis teknologi (peer to peer/p2p lending) ilegal. Pemblokiran dilakukan sejak 2018 sampai Maret 2019.

Pemblokiran ini dilakukan melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan jumlah fintech P2P lending yang diblokir pada tahun lalu sebanyak 404 perusahaan. Sisanya, 399 aplikasi diblokir pada Januari-Maret 2019.

“Kebanyakan kasusnya adalah tata cara penagihan tidak beretika. Kami daari Satgas Waspada Investasi sangat mendorong proses hukum terhadap para pelaku ini,” ungkap Tongnam, Jumat (5/4).

Tata cara tidak beretika yang dimaksud, misalnya pelecehan seksual yang dilakukan manajemen fintech P2P lending kepada peminjam dan penyebaran kontak yang disimpan pada ponsel peminjam. “Memang ada salahnya si peminjam tidak membayar, tapi penagihannya tidak beretika,” ujarnya.

Lihat juga: Tiket Pesawat Mahal, Hunian Hotel di Bali dan Jakarta Turun

Dia menyebut seluruh fintech P2P lending yang diblokir itu tidak bisa melakukan pendaftaran resmi ke OJK. Pasalnya, perusahaan sebelumnya sudah melakukan etika bisnis yang dianggap tidak benar.

“Kami koordinasi dengan pengawas fintech lending, karena mereka melakukan kegiatan yang tidak sesuai,” jelas Tongam.

Masyarakat, sambungnya, lebih baik mengajukan pinjaman kepada fintech P2P lending yang sudah resmi terdaftar di OJK. Sejauh ini, ada 99 perusahaan yang menjalankan usahanya secara ilegal.

Mengutip laman resmi OJK, fintech yang sudah terdaftar per Februari 2019, antara lain AdaKita, UKU, Pinjamwinwin, Pasarpinjam, Kredinesia, BKDana, GandengTangan.org, Modalantara, Komunal, dan Danakoo.

Tiket Pesawat Mahal, Hunian Hotel di Bali dan Jakarta Turun

Ilustrasi hunian

Jakarta, Posmetro Indonesia – Tingkat hunian (okupansi) di Jakarta dan Bali sepanjang Februari 2019 turun. Penurunan diduga akibat kenaikan harga tiket pesawat yang terjadi belakangan ini yang menekan kunjungan wisatawan domestik.

Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto menuturkan data STR Global, perusahaan riset perhotelan global, mencatat tingkat okupansi di Jakarta pada Februari 2019 hanya sebesar 57,8%.

Tingkat hunian tersebut turun dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy) yang masih sebesar 59,2%. Namun demikian, secara bulanan okupansi ini meningkat dari posisi Januari 2019 yang hanya sebesar 54,7%.

Tidak hanya di Jakarta, STR Global juga mencatat, penurunan tingkat hunian juga terjadi di Bali. Mereka mencatat tingkat okupansi hotel di Bali pada Februari 2019 turun dari 67,2% menjadi 64%. Akan tetapi secara bulanan, okupansi ini meningkat dibanding bulan sebelumnya yang hanya 60,7%.

Lihat juga: Sri Mulyani: Keputusan The Fed Sinyal Ekonomi Global Lemah

Ferry menjelaskan tingkat okupansi hotel di Bali pada Februari masih ditopang oleh kunjungan wisatawan asing, terutama dari China untuk menikmati liburan tahun baru imlek. Kontribusi domestik cenderung turun lantaran kenaikan tarif pesawat yang hampir mencapai 2 kali lipat.

“Tiket domestik itu akan mempengaruhi wisatawan domestik karena bagaimana pun wisatawan domestik menjadi penggerak utama wisata di Bali,” katanya, Selasa (2/4).

Ferry mengatakan pengelola hotel di Bali mengeluhkan penurunan tingkat hunian tersebut. Menurutnya kenaikan tiket pesawat telah berdampak pada penurunan okupansi hotel.

Dia mengatakan jika harga tiket tidak segera disesuaikan, maka hunian hotel dan pariwisata Bali akan terus tertekan. Pasalnya, kunjungan wisatawan domestik memberikan kontribusi besar pada okupansi hotel dan pariwista Bali.

Lihat juga: ‘Hot Money’ Bikin Rupiah Menguat Lagi Rp14.910 per Dollar AS

Selainkenaikan harga tiket pesawat, dia mengatakan penurunan okupansi hotel juga dipengaruhi oleh musim sepi liburan. Ferry melanjutkan periode jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tidak memberikan dampak signifikan pada okupansi hotel.

pasalnya, partai politik yang menyelenggarakan kegiatan di hotel tidak sebanyak pada pesta demokrasi 5 tahun lalu. “5 tahun lalu penggunaan hotel itu cukup tinggi sehingga mampu membantu tingkat hunian hotel bergerak naik. Sekarang ini yang kami lihat kegiatan politik tidak terlalu banyak terkonsentrasi di hotel,” katanya.

Ferry menuturkan para pengelola hotel telah mengafirmasi situasi tersebut. Mereka mengungkapkan kecenderungan pertemuan anggota partai politik tidak banyak diselenggarakan di hotel.

Apalagi jika pertemuan itu dalam skala kecil.

Tiket Jakarta-Bali masih Menguras Kantong

Tingkatnya tiket pesawat khususnya untuk rute Jakarta-Bali dan sebaliknya diakui oleh masyarakat. Meskipun beberapa kecil pemerintah dan maskapai menyatakan telah menyeret turun harga tiket, namun masyarakat masih menilai mahal.

Salah satu penumpang pesawat, Hana Adi (25) misalnya, mengatakan harga tiket Jakarta-Bali mengalami kenaikan 2 kali lipat dari harga sebelumnya. Untuk tiket pesawat kategori Low Cost Carrier (LCC) seperti Lion air biasanya berkisar di rentang Rp470 ribu- Rp575 ribu.

“Sekarang ke Bali (dari Jakarta) paling murah Rp900 ribu untuk LCC. Itu hitungannya padahal belum sama bagasi kan,” katanya kepada CNN.

Sedangkan untuk kelas premium seperti Garuda Indonesia masih bisa didapatkan di kisaran harga Rp900 ribu ketika belum mengalami kenaikan. Hana mengakui secara finansial, kondisi ini memberatkan baginya yang sering mengunjungi orang tuanya yang berdomisli di Bali.

Lihat juga: Waspada Bahaya Mengintai Di Era Cashless Society

“Saya biasa naik Garuda Indonesia atau Batik Air. Biasanya sering dapat yang Rp900 ribu, sekarang sudah Rp1,9 juta saya cek,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh Julita Trisna (27). Wanita yang biasa bolak-balik Jakarta-Bali ini mengakui adanya kenaikan tarif tiket selangit. Dia menuturkan sebelum kenaikan tiket, dia selalu mendapatkan harga tiket di bawah Rp1 juta untuk kelas LCC.

“Sekarang minimal Rp1,1 juta, aku tidak pernah dapat di bawah 1 juta. Kalau garuda Indonesia pasti di atas Rp1,5 juta, kalau dulu Rp900 ribu atau Rp1,2 juta masih dapat,” tuturnya.

Julita mengatakan meskipun harga tiket selangit memberatkan kantong, namun dia terpaksa membelinya. Sebab, pekerjaan mengharuskannya mengunjungi Bali  1 kali dalam seminggu. Kondisi ini diakuinya sudah terjadi sejak November tahun lalu.

Lihat juga: Daya Beli Buruh Bangunan Dan Tani Meningkat Pada Februari

“Karena di sana ada kerjaan mau tidak mau harus beli, tapi itu terbilang mahal dan aku bolak balik hampir tiap minggu,” katanya.

CNN telah mencoba mengecek harga di beberapa situs penjualan tiket online. Harga tiket untuk penerbangan Jakarta-Bali pada tanggal 17 April 2019 atau 2 minggu dari sekarang dari Traveloka masih berada di atas Rp1 juta untuk semua maskapai.

Untuk Lion Air misalnya, tiket masih dijual di harga Rp1,07 juta, Citilink sebesar Rp1,57, Batik Air sebesar Rp1,36 juta, Sriwijaya Air sebesar Rp1,72 juta, dan Garuda Indonesia sebesar Rp1,95 juta.

Sedangkan untuk penerbangan pada 2 Juli 2019 atau 3 bulan dari sekarang, hanya Lion Air yang menawarkan harga dibawah Rp1 juta yakni, Rp919 ribu. Sementara itu, Citilink masih Rp1,57 juta, Batik Air masih Rp1,31 juta, Sriwijaya Air sebesar Rp1,29 juta, dan Garuda Indonesia sebesar Rp1,95 juta.

Sedangkan untuk penerbangan pada 2 Juli 2019 atau tiga bulan dari sekarang, hanya Lion Air yang menawarkan harga di bawah Rp1 juta yakni, Rp919 ribu. Sementara itu, Citilink masih Rp1,57 juta, Batik Air masih Rp1,31 juta, Sriwijaya Air sebesar Rp1,29 juta, dan Garuda Indonesia sebesar Rp1,95 juta. 

Harga tiket di Traveloka tidak jauh berbeda dengan harga di situs penjualan tiket online lainnya, Tiket.com. Untuk penerbangan pada tanggal 17 April 2019 atau dua minggu dari sekarang, seluruh maskapai menawarkan tiket di atas Rp1 juta. Rinciannya, Lion Air sebesar Rp 1,07 juta, Citilink sebesar Rp1,57 juta, Batik Air sebesar Rp1,36 juta, Sriwijaya Air sebesar Rp1,72 juta, dan Garuda Indonesia sebesar Rp1,95 juta. 

Sedangkan untuk penerbangan pada tanggal 2 Juli 2019 atau tiga bulan dari sekarang harganya masih tidak berbeda jauh. Rinciannya, Citilink sebesar Rp1,57 juta, Batik Air sebesar Rp1,31 juta, Sriwijaya Air sebesar Rp1,29 juta, dan Garuda Indonesia sebesar Rp1,95 juta.

Sri Mulyani: Keputusan The Fed Sinyal Ekonomi Global Lemah

Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai keputusan Federal Reserve untuk menahan suku bunga acuan menggambarkan mereka melihat ada potensi pelemahan ekonomi dunia.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai keputusan Federal Reserve. Untuk menahan suku bunga acuan menggambarkan bank sentral Amerika Serikat (AS) itu melihat ada potensi pelemahan ekonomi dunia.

“Itu menggambarkan mereka concern (memperhatikan) mengenai pelemahan ekonomi, baik itu di AS maupun di dunia. Jadi ini juga memberi peringatan bahwa lingkungan globalnya mungkin menjadi lemah,” kata Sri Mulyani di Hotel Bidakara, Kamis (21/3).

Untuk menghadapi kondisi pelemah ekonomi global, dia menuturkan Indonesia harus memperkuat pertahana ekonomi dalam negeri. Maka itu, konsumsi masyarakat, investasi, belanja pemerintah, dan diversifikasi ekspor serta faktor-faktor penggerak pertembuhan ekonomi lain harus digenjot.

“Kita juga harus tetap waspada terhadap lingkungan global yang sekarang mengalami pelemahan yang cukup nyata, sehingga kita harus betul-betul fokus perkuat ekonomi kita,” katanya.

Lihat juga: ‘Hot Money’ Bikin Rupiah Menguat Lagi Rp14.910 per Dollar AS

Di sisi lain, lanjutnya, keputusan The Fed menahan suku bunga memberikan kelonggaran dari sisi moneter, baik bagi Indonesia maupun secara global. Kondisi ini berbanding terbalik dengan kebijakan The Fed tahun lalu. Sepanjang 2018, The Fed tercatat menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 4 kali, yaitu pada Maret, Juni, September, dan Desember.

“Pressure atau tekanan seperti yang terjadi di 2018 yaitu kenaikan suku bunga 4 kali tidak akan terjadi tahun ini,” tuturnya.

Seperti dilansir CNN.com, (20/3) waktu AS, The Fed menyebut FOMC memutuskan kebijakan ini mendorong lapangan kerja dan stabilitas harga.

FOMC memutuskan mempertahankan Fed Fund Rate di kisaran 2,25% hingga 2,50%. FOMC melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target, yaitu 2%.

‘Hot Money’ Bikin Rupiah Menguat Lagi Rp14.910 per Dollar AS

Jakarta, Posmetro Indonesia – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (20/3) sore diperdagangkan di level Rp.1490 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 0,32% jika dibandingkan sesi perdagangan Selasa (19/3) sore sebesar Rp14.232 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.231 per dolar AS atau justru melemah dibanding kemarin yakni Rp14.228 per dolar AS. Adapun pada hari ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.178 per dolar AS hingga Rp14.234 per dolar AS.

Sore hari ini, sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,18%, Yuan China menguat 0,17%, dan ringgit Malaysia menguat 0,12%. Tidak ketinggalan, Rupee India menguat 0,1% dan Won Korea Selatan menguat 0,03%.

Di sisi lain, terdapat mata uang yang justru melemah terhadap dolar AS, seperti dolar Singapura sebesar 0,05%, Yen Jepang sebesar 0,18%, dan Baht Thailand sebesar 0,3%. Kemudian, dolar Hongkong terlihat tidak bergerak melawan dolar AS.

Lihat juga: Joko Widodo Resmi Naikkan Gaji PNS

Kemudian, mata uang negara maju seperti euro dan poundsterling Inggris harus melemah masing-masing 0,11% dan 0,33%. Kemudian, dolar Australia juga mengalami pelemahan dengan nilai 0,04%.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan penguatan rupiah hari ini diperkirakan terjadi pelaku pasar mengincar rupiah hari ini.

Pertama, ini ditopang oleh ekspektasi pasar atas rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam nanti. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS The Fed masih mempertahankan sikap dovish dengan tidak menaikkan suku bungan acuan setelah data-data makroekonomi AS tidak menunjukkan perbaikan.

Kemudian, permintaan akan rupiah juga terlihat dari derasnya aliran dana ke Indonesia untuk mengambil keuntungan jangka pendek, atau biasa disebut Hot Money. Ada kemungkinan, lanjut dia, ini dipicu oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun.

“Yield obligasi pemerintah ini turunya lumayan, 0,07%,” jelas Faisyal kepada CNN, Rabu (20/3).

Sementara itu, Analis Asia Tradepoint Future Deddy Yusuf Siregar sepakat bahwa hot money menjadi penyebab penguatan rupiah hari ini. Selain karena yield obligasi pemerintah, ini juga disebabkan karena Fitch Ratings memberi peringkat surat utang BBB dengan prospek stabil.

“Jika malam nanti The Fed Dovish, maka Hot Money ini akan semakin menopang rupiah bahkan hingga pekan depan,” ujar Deddy.

Joko Widodo Resmi Naikkan Gaji PNS

Ilustrasi


Jakarta, Posmetro IndonesiaPresiden Joko Widodo secara resmi menaikkan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) ditandai dengan penandatanganan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019 pada 13 Maret lalu. PP itu sendiri berisi tentang Perubahan Ke-8 belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Dalam informasi yang disiarkan lewat situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Jumat (15/3). Ketentuan perubahan gaji PNS mulai berlaku sejak 1 Januari 2019.

Pada Desember tahun lalu. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut bahwa kenaikan gaji PNS sebesar 5% bahkan dieksekusi pada kemungkinan dibayarkan sekaligus pada bulan tersebut.

“Kalau PP jadi pada bulan Maret, maka setelah itu, setiap tanggal 1 per bulan kedepannya. Kenaikan gaji mulai dibayar,” jelas Askolani selaku Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, kala itu. damqq

Dalam lampiran PP, turut disebutkan bahwa gaji terendah PNS, golongan I/a masa kerja 0 tahun, dari Rp1.486.500 menjadi Rp1.560.800. Sementara gaji tertinggi PNS, golongan IV/2 masa kerja lebih 30 tahun, dari Rp5.620.300 menjadi Rp5.901.200.

Lihat juga: Waspada Bahaya Mengintai Di Era Cashless Society

Untuk PNS golongan II, II/a masa kerja 0 tahun, dari sebelumnya Rp1.926.000 menjadi Rp2.022.200. Dan untuk yang tertinggi, II/d masa kerja 33 tahun, dari sebelumnya Rp3.638.200 menjadi Rp3.820.000.

Golongan III, III/a masa kerja 0 tahun, gaji yang sebelumnya Rp2.456.700 menjadi Rp2.579.400, dan untuk yang tertinggi, III/d masa kerja 32 tahun dari sebelumnya Rp4.568.000 menjadi Rp4.797.000.

Sedangkan, gaji PNS golongan IV terendah, IV/a masa kerja 0 tahun, dari sebelumnya Rp2.899.500 menjadi Rp3.044.300, dan yang tertinggi, IV/e masa kerja 32 tahun, dari sebelumnya Rp5.620.300 menjadi Rp5.901.200.

Waspada Bahaya Mengintai Di Era Cashless Society

Ilustrasi.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Seiring perkembangan teknologi, transaksi nontunai atau cashless dalam setiap transaksi pembayaran akan menjadi sebuah keniscayaan. Indonesia pun tidak luput dari tren cashless society tersebut.

Transaksi nontunai memang tengah mendapat angin segar di Indonesia, terutama dari pesatnya pembangunan infrastruktur pendukung trend tersebut. Menurut riset eMarketer, sebuah lembaga riset digital marketing, jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia diprediksi mencapai lebih dari 100 juta orang pada 2018 kemarin.

Dengan jumlah itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar ke-4 di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) dalam surveinya yang bertajuk ‘Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2017’ menyebutkan pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 143,26 juta pengguna. Jumlah pengguna internet tersebut meningkat 10,56 juta jiwa dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 132,7 juta orang.

Lihat juga: Daya Beli Buruh Bangunan Dan Tani Meningkat Pada Februar

Jumlah pengguna internet tersebut mewakili 54,7% dari total populasi penduduk. Kondisi ini membuat penyedia layanan keuangan digital (financial technology/fintech) untuk transaksi pembayaran makin menjamur di Indonesia.

Sebut saja, deretan nama-nama fintech pembayaran mulai dari OVO, GoPay, Dana, Doku, Midrans, dan lain sebagainya. Tidak ketinggalan, LinkAja yang merupakan perusahaan patungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia layanan keuangan digital juga muncul.

Secara umum, mereka memberikan layanan dompet digital. Dompet digital ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan uang di aplikasim kemudian memanfaatkannya untuk transaksi pembayaran di merchant offline maupun online.

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan prinsip transaksi pada layanan keuangan digital serupa dengan rekening bank. Hanya saja, pengguna bisa bertransaksi lewat aplikasi, sehingga lebih efisien.

Lihat juga: Saham Airbus Melompat 2 Persen Karena Boeing Terkapar

Namun demikian, bukan berarti penggunanya bisa abai terhadap pengelolaan keuangan. Agar tidak terlena dengan penggunaan transaksi digital, dia menyarankan agar isi saldo pada dompet digital disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

“Penggunaan dompet digital ujungnya untuk pembayaran makanan dan transportasi. Mungkin belum banyak orang untuk membayar listrik dan hal lain. Jadi, sebaiknya sisihkan uang untuk kebutuhan makanan dan transportasi saja,” kata Safir kepada CNN.

Dia juga menyarankan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming pengembalian uang atau cashback. Tidak dipungkiri lagi, untuk menarik minat penggunanya beberapa dompet digital memberikan cashback dalam nominal yang menggiurkan.

Sebut saja OVO. Mereka menawarkan cashback hingga 60% untuk beberapa transaksi di merchant saat tanggal penerimaan gaji. Tidak jauh berbeda, GoPay. Mereka juga menawarkan program Pay Day menawarkan cashback hingga 50% saat gajian.

Lihat juga: Erick Thohir Yakin Kabar OTT Romi Tidak Gerus Suara Jokowi

Di luar tanggal penerima gaji, keduanya juga berlomba menawarkan cashback kepada konsumen.

Alih-alih membantu pengguna makin efisien dalam mengelola uang, iming-iming cashback tersebut justru membuat penggunanya makin konsumtif. Oleh sebab itu, dia mengimbau pengguna dompet digital untuk bertransaksi sesuai kebutuhan.

“Jadi fokusnya pada belanja bukan ke cashback-nya. Kalau belanja karena cashback, semua pasti menawarkan cashback. Jadi sebaiknya betul fokus apa yang dibutuhkan saja,” ujarnya.

Perencana keuangan Tatadana Consulting Tejasari Asad mengatakan masyarakat saat ini masih terlena dengan euforia cashless, lantaran ini merupakan inovasi di bidang keuangan. Dia menekankan agar masyarakat tetap mendahulukan investasi dan tabungan.

Lihat juga: PPP Mengaku Belum Tahu Kabar Romi Kena OTT KPK

“Selalu tertib setiap bulan untuk investasi atau nabung dahulu. Misalnya gajian sebaiknya langsung dicicil untuk tabungan dan investasi, dan membayar kewajiban,” katanya.

Agar tidak tergiur dengan tawaran manis cashback. Tejasari menyatakan pengguna untuk membedakan rekening bank untuk mengisi dompet digital dengan rekening untuk memenuhi kebutuhan utama. Di sinilah pentingnya penyusunan anggaran atau budgeting sebelum menggunakan uang.

Termasuk, mengalokasikan anggaran untuk dompet digital sesuai dengan kebutuhan. “Kita harus membuat budget, misalnya untuk kebutuhan makan dan transportasi Rp1 juta sebulan. Kalau sudah habis ya sudah, tidak bisa ditambahkan lagi,” katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari penggunaan utang dalam transaksi cashless. Meskipun, fasilitas tersebut memberikan kemudahan bagi penggunaanya.

Lihat juga: KPU Ajak Jokowi-Prabowo Nonton ‘Suara April’ di Bioskop

Kelebihan dan kekurangan

Perencana keungan dari Finansia Consulting Eko Endarto menekankan penggunaan transaksi nontunai sama halnya ketika memakai uang tunai. Dengan demikian, kunci utamanya bukan pada produknya tapi bagaimana masyarakat menggunakan dan mengelola uangnya.

“Intinya kalau kita mengeluarkan uang harus mengutamakan kebutuhan dan kewajiban dulu baru keinginan. Jadi kewajiban, kebutuhan, baru keinginan,” katanya.

Dia menuturkan transaksi nontunai sebenarnya memiliki beberapa keuntungan. Pertama, transaksi relatif aman. Sebab, jika penggunaan ingin bertransaksi maka dibutuhkan kode atau pin khusus yang hanya diketahui oleh pengguna.

“Dalam hal ini mungkin saja handphone kita hilang, tetapi uangnya tidak hilang, berbeda dengan dompet hilang maka uang hilang,”  kata Eko.

Lihat juga: Putusan MK: Presiden Tidak Perlu Cuti Kampanye

Kedua, transaksi nontunai menghindari adanya penggunaan uang palsu dalam bertransaksi.  Dalam jangka panjang, Eko meyakini, transaksi nontunai juga berpotensi mengurangi adanya praktis korupsi.

Ketiga, transaksi nontunai bersifat praktis dan efisien. Dengan adanya beralam alat transaksi pembayaran, masyarakat tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Keempat, bagi Bank Indonesia transaksi nontunai bisa mengurangi anggaran untuk mencetak uang. Selanjutnya, anggaran itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. 

Selain itu, lewat transaksi nontunai, pemerintah bisa memantau aliran dan tren konsumsi masyarakat.

Lihat juga: Imigran Muslim Disalahkan Dalam Penembakan Selandia Baru

Namun demikian, transaksi nontunai juga memiliki kelemahan. Salah satunya tergantung teknologi, sehingga memiliki potensi gangguan. Jika terjadi gangguan, maka dikhawatirkan akan menggangu keuangan penggunanya. 

Selain itu, transaksi nontunai juga dapat membuat penggunanya menjadi konsumtif. Pasalnya, transaksi nontunai memudahkan akses kepada konsumsi. Terlebih dengan adanya berbagai promosi. Disinilah pentingnya edukasi pengguna transaksi nontunai bagi masyarakat.

“Harus diberikan edukasi dan pembelajaran lagi. Transaksi cashless seharusnya tidak membuat kita tambah boros tapi malah membuat kita merencanakan keuangan dengan baik,” kata Eko.

Daya Beli Buruh Bangunan Dan Tani Meningkat Pada Februari

Ilustrasi petani.
Ilustrasi petani.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah buruh bangunan dan tani meningkat pada Februari 2019. Hal ini berlaku baik secara upah nominal maupun upah riil.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan upah nominal buruh petani pada Februari tercatat Rp53.871 per hari atau naik 0,33% dibanding bulan sebelumnya Rp53.604 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani meningkat 0,62%, dari Rp38.384 per hari menjadi Rp38.622 per hari.

Suhariyanto mengatakan pertumbuhan upah riil yang lebih baik dari upah nominal ini disebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mengalami deflasi di pedesaan. Pada bulan lalu, deflasi pedesaan tercatat 0,29%.

Lihat juga: Saham Airbus Melompat 2 Persen Karena Boeing Terkapar

“Ketika upah nominal naik dan disertai deflasi, yang terjadi adalah upah riil ikut naik. Artinya ada perbaikan daya beli bagi para buruh tani,” jelas Suhariyanto, Jumat (15/3).

Kondisi serupa juga dialami buruh bangunan. Pada Februari lalu, upah nominal buruh tani berada di angka Rp88.628 per hari atau naik 0,21% dibanding bulan sebelumnya Rp88.482 per hari. Sementara itu, upah riil buruh bangunan tumbuh sedikit lebih tinggi 0,29%, yakni dari Rp65.113 per hari.

Suhariyanto menyebut kondisi ini pun dipengaruhi deflasi sebesar 0,08% yang terjadi pada bulan lalu. Dari pemantauan 82 kota yang menjadi survei HK, 69 kota mengalami deflasi dan 13 kota mengalami inflasi, di mana deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,11%.

Lihat juga: Erick Thohir Yakin Kabar OTT Romi Tidak Gerus Suara Jokowi

“Kemarin deflasi, jadi ada perbaikan daya beli bagi buruh bangunan,” terang dia.

Meski demikian, jika dilihat secara tahunan, pertumbuhan upah nominal masih tercatat lebih tinggi dibanding upah riil. Sebab, meski Februari tahun ini mencatat deflasi, nyatanya seri inflasi secara tahunan masih tercatat 2,57%.

BPS mencatat upah nominal buruh tani pada bulan lalu sebesar 53.781 per hari ternyata bertumbuh 4,67% dibanding Februari 2018, yakni Rp51.378 per hari. Sementara itu, upah riil bertumbuh lebih rendah 3,03%.

Lihat juga: PPP Mengaku Belum Tahu Kabar Romi Kena OTT KPK

Di sisi lain, upah nominal buruh bangunan sebesar Rp88.628 hari terbilang meningkat 3,49% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya Rp85.632 per hari. Serupa dengan buruh tani, pertumbuhan upah riil tercatat lebih kecil, yakni 1,75% secara tahunan.

“Kami memandang, pergerakan ini selalu perlu dipantau per bulan karena mayoritas penduduk kita bergerak di sektor pertanian. Selain itu, sektor konstruksi pun juga perlu dipantau karena pertumbuhan ekonomi memicu pembangunan infrastruktur dan properti,” jelas dia.

Saham Airbus Melompat 2 Persen Karena Boeing Terkapar

Airbus
Ilustrasi.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Saham produsen pesawat terbang awal Eropa Airbus SE melonjak 2,3 poin atau 2,01% menjadi 116,88 Euro per saham pada perdagangan di Bursa Prancis, Rabu (13/3).

Lonjakan harga saham Airbus terjadi setelah rival perusahaannya asal Negeri Paman Sam Boeing Company mengalami persoalan berat di Industri penerbangan global.

Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun, 2 pesawat buatannya yakni jenis Boeing 737 MAX 8 mengalami kecelakaan di 2 lokasi berbeda. Pertama, insiden pesawat jatuh terjadi di Indonesia pada Oktober 2018, tepatnya di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Penerbangan Maskapai Lion Air dengan nomor JT610 itu merenggut 189 nyawa.

Lihat juga: Malaysia Menolak Membebaskan Warga Vietnam, Kasus Kim Jong-nam

Selanjutnya pada Minggu (10/3) lalu, pesawat Ethiopian Airlines dengan tipe yang sama juga jatuh tidak lama setelah lepas landas di Addis Ababa, Ethiopia. Sebanyak 157 penumpang beserta awak kapal dilaporkan tewas.

2 peristiwa itu akhirnya menimbulkan tekanan global yang kuat. Sejumlah negara berbondong- bondong melarang penerbangan dengan pesawat jenis Boeing terbaru tersebut. Sebut saja China, Vietnam, Uni Emirat Arab, dan negara Uni Eropa. Terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan mengumumkan pelarangan pengoperasian semua pesawat jenis Boeing 737 MAX.

Padahal sebelumnya, AS memastikan tidak akan melarang pengoperasian Boeing 737 MAX, meski didesak berbagai pihak.

Lihat juga: KPU Ajak Jokowi-Prabowo Nonton ‘Suara April’ di Bioskop

Sebagai informasi, harga saham Airbus pada perdagangan saat itu berada di rentang 114,58 Euro – 116,96 Euro. Dalam perhitungan mingguan, harga saham berada di rentang yang cukup lebar yakni, 77,5 Euro – 116,96 Euro.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai 90,74 miliar Euro. Saham Airbus telah menghasilkan imbal hasil (return) tahunan mencapai 24,75% dengan rasio keuntungan terhadap harga saham sebesar 29,73%.